Semenjak duduk di bangku sekolah dasar guruku selalu berkata bahwa Indonesia adalah negeri yang sangat indah, beliau juga sering berkata bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya dan makmur. Bahkan beliau juga pernah berkata bahwa Indonesia adalah bangsa yang hebat!
Kalimat-kalimat itu selalu tersimpan di dalam ingatanku, dan sering kali muncul dalam khayalanku. Dulu aku sering berpikir betapa beruntungnya aku menjadi seorang Indonesia, dilahirkan di negeri yang indah dan disambut penuh cinta dengan tanah hijaunya, dengan pasir pantainya yang putih, dan dengan laut birunya yang bening. Kebanggaan selalu ada di dalam hatiku, bagaimana tidak? Wisatawan dari seluruh penjuru dunia datang ke negeri ini hanya untuk menikmati eloknya Ibu Pertiwi, hingga kemanapun aku pergi aku selalu membusungkan dadaku seakan berkata “Hey lihatlah aku seorang Indonesia! Aku orang beruntung karena dilahirkan di negeri ini!”.
Namun kebanggaan itu perlahan mulai terkikis seiring dengan berjalannya waktu, seiring dengan pikiranku yang semakin terbuka dan kritis. Aku mulai sadar bahwa Ibu Pertiwi tidak seelok yang selama ini kulihat! Keindahannya semakin sirna, tanah hijaunya yang dulu menyambutku kini perlahan mulai lenyap, pasir pantainya yang putih kini terkeruk habis, dan lautnya yang biru kini semakin pudar, seiring pudarnya jati diri bangsa ini.
Tidak ada kemakmuran di negeri ini, yang ada hanyalah orang-orang susah yang semakin hari semakin tidak jelas hidupnya. Negara yang selama ini dikatakan sebagai negara agraris sejak zaman Majapahit kini tidak ada apa-apanya! beras saja diimpor dari Vietnam, apa kata dunia!?
Aku jadi bertanya pada diriku sendiri, apa iya Indonesia adalah bangsa yang hebat seperti yang pernah dikatakan guruku dulu? Aku jadi berpikir bahwa guruku adalah seorang pembohong! Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya dan makmur, namun kekayaan dan kemakmuran itu sekarang ada di mana? Apa orang-orang susah yang terlantar di pinggir jalan sana dapat disebut makmur? Kini Indonesia bukan seperti yang ada di dalam pikiranku, lantas bagaimanakah aku mendeskripsikan Indonesia?
Memang belum jelas apakah Indonesiaku sama dengan Indonesia yang diteriakkan penyair Taufiq Ismail di dalam puisinya “Kembalikan Indonesia Kepadaku”. Juga belum jelas apakah Indonesiaku sama dengan Indonesia yang dimaksud Bung Karno dalam “Indonesia Menggugat”. Banyak hal ternyata yang belum cukup jelas di dalamnya. Indonesiaku adalah hasil sebuah dialog dan negosiasi politik yang lama, melelahkan, dan menyita kesabaran, serta membutuhkan toleransi terhadap semua kemungkinan aspirasi yang bermunculan dari sana sini.
Indonesiaku bukan hanya milikku, melainkan juga Indonesiamu, milikmu. Indonesiaku pelan-pelan kita dirikan di atas impian-impian dan aspirasi kultural yang sangat beragam, penuh variasi, penuh nuansa, yang membuat kita kaya, seperti yang ada pada tulisan di bawah kaki burung garuda, “Bhinneka Tunggal Ika”.
Namun sepertinya itu masih sebatas mimpi yang belum terwujud sepenuhnya. Aku ingin mewujudkan mimpi yang masih tertunda itu, aku ingin melihat negeri ini kembali bangkit dan dibangun bersama, aku tahu itu semua tidak mudah. Tapi satu hal yang kuingat, Indonesiaku adalah sekeping negeri yang diciptakan Tuhan dengan kasih sayang dan tanggung jawab. Dengan kasih sayang dan tanggung jawab-Nya, diciptakan-Nya kita dengan corak yang berbeda dalam warna kulit, etnisitas, tradisi, dan cara pandang serta sikap-sikap dalam menjalani hidup. Itulah hal yang terus membuatku bersemangat untuk membangun Indonesia.
Memang tidak banyak yang dapat kulakukan, namun sebagai pelajar aku terus berusaha membangun negeri ini dengan semangat belajar dan usahaku untuk menggapai cita-cita, hingga kelak nanti aku sudah cukup dewasa dan matang untuk menjaga untaian jamrud khatulistiwa agar kilaunya tetap menyilaukan mata.
DIarsipkan di bawah: Opini Pribadi | Ditandai: Indonesia, Opini





Krishna Nugraha Adisaputra, just a boy who like writing and sharing everything













Betul sekali Maz..
Intinya mah lakukan saja yang terbaik dari apa yang bisa kita lakukan..
Kalau memang belum mampu jangan lah urusi urusan orang lain dulu, jika kita bisa berprestasi kan kita juga yang akan menganggkat negara kita ini dan juga membangunnya dengan semangat pembangunan generasi penerus abada 22..
SEMANGATZ..
Kusplus aja pernah bilang, lempar tongkat kayu jadi tanaman, saking suburnya. Sekarang saya melihat malah kebhinnekaan itu nyaris dilupakan….
setuju!!!
apa yang bisa kita lkukan sekarang yang lakukanlah…
tulisannya mantap!
Indonesia memang bisa jadi seperti apa yang pernah diceritakan guru-guru kita, tapi Indonesia kini dan nanti sepenuhnya tergantung bagaimana kita menjaga dan merawatnya.
Sukses Ya!
Cintailah Negeri ini….
Thanks kunjungannya
semoga indonesiaku semakin maju
tidak ada lagi kemiskinan mewarnai
mari kita buat apa yg bisa kita perbuat
untuk membangun indonesia tercinta
tulisan yang menarik,
Memang butuh semangat untuk mencintai apalagi untuk memajukan bangsa ini. Heehehehe
bermodal “suka menulis”; itu modal yang sangat utama dalam blogging; saya juga demikian….., terima kasih telah berkunjung ke blog saya; ini kunjungan baliknya….; see next time
Bagus tuh….. memang seharusnya belajar terus dan terus….. karena Indonesia ini memang kaya sumberdaya alam tetapi miskin sumberdaya manusia yang berkualitas, mungkin negeri ini hanya kaya akan sumberdaya manusia yang hanya bisa berpolitik praktis…. huehehehe…. betul nggak mas??
Salam kreatif dan salam menulis… semoga banyak tulisan bermanfaat muncul dari sini… salam kenal yah,,,
aku cinta Indonesia…
emm, sip akhirnya ikut juga nih,, hehe, semangat brow, hari kapan Online?
Semua tergantung politik will kita, nawaitu sgenap komponen bangsa ini. Kita juga tdk bisa berbuat apa2 jika pemimpin negeri ini tdk mau berbuat. Skalipun kita mesti ke jalan dan berteriak “kemana Indonesia, kembalikan Indonesiaku” namun itu semua hanya sbatas aspirasi kita, sikap luapan emosional kita dan belum tntu akan dlaksanakan pemimpin negeri ini skalipun mereka akan mendengarkan teriakan kita. Pasir kita tlh terkuras, itu blm sberapa dibandingkan lepasnya bagian negeri ini. Pulau natuna, pulau Batik dan beberapa pulau lainnya tlh d claim jd bagian negara lain. Salah siapa? (hayyo ngaku). Kita juga punya andil dlm kesalahan tsb, kenapa? Krn kita sdh memilih pemerintah yg salah.., wakil yg tdk aspiratif. Mungkin satu2nya cara utk mengembalikan Indonesia ini adalah dgn memulainya dari diri kita sndiri. Semoga smangat nasionalisme yg kita miliki dpt mnjadi snjata kita. Semoga.
i love u indonesia
Yg penting mah sekarang berusaha melestarikan apa yang msh bisa kita lakukan utk Indonesia. Misalnya tetap menggunakan bahasa daerah masing2. Lebih dari 700 bhs daerah di Indonesia terancam punah.
Sebagai ilustrasi, “Ada temen dr Jawa hijrah ke JKt. Baru seminggu, omongannya dah pake “Elu Gue.” Ternyata dia malu kalo ketauan dia penutur JAwa ngapak2. Yaaaa, capek deh,…
Apapun yg terjadi Indonesia tetap Indonesia. Mengapa? sebab yg paling pokok adalah rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air…… bukan karena Indonesia lagi baik2 lalu kita cinta Indonesia lalu kalo lagi sakit cinta kita jadi sakit. Setiap potensi dan keberhasilan Indonesia adalah milik bersama dan setiap kebobrokan adalah musuh kita bersama. Kejelekan dalam negerimu tidak harus menurunkan rasa cinta terhadap Indonesia dan lari keluar negeri. Namun semua itu juga harus ditunjang dengan tidakan nyata /tidak sebatas kata dan dalam hal sekecil apapun
Indonesia memang indah, dulunya, sekarang tidak lagi. yang penting kalo kita sudah sadar, ya kita perbaiki kekurangan ini, jangan hanya bisa meratapi.
semangat mas, perjalanan masih jauh, masih banyak peluang, hehe..
thx, salam kenal..
Tak diragukan, Indonesia memang negeri yang hebat (setidaknya apa yang telah diajarkan guru2 sekolah dulu) Kalau tidak, Soekarno, Natsir, Hatta, Hoegeng, dkk tidak bakalan mati2an mempertahankan dari Londo2 and co. Kalau sekarang, masih tetap sama hebatnya, hanya saja sudah tidak banyak orang2 seperti mereka. Kembali lagi ke orang2 yang memaknai dan mengisinya. Kalau Indonesianya tetap yang paling hebat dari yang pernah Tuhan kasih. Loh loh…. Heu..
=salam=
Nah, ini dia pelajar yang baik. Kalau semua pelajar seperti ini, Indonesia bakalan jadi hebat…
Jadilah yang terbaik.
Jangan pernah menyerah.
Masa depanmu adalah masa depan bangsamu.
Ingat pepatah barat mengatakan “Strike When The Iron is HOT”
Salam kenal.
Saudaraku, anda punya talenta yg luar biasa untuk menulis, tulisanmu luar biasa nak. Dalam kedudukanmu sebagai siswa engkau sudah menunjukan kwalitas yg memadai. Saya percaya dimasa datang engkau menjadi orang hebat dan menjadi kebanggaan kami guru/mantan gurumu nanti dan tentu saja almamater dimana engkau sekolah. Selamat yah… aku bangga pada mu!
aku juga bingung…tapi setiap orang pasti punya peran sendiri2 kan, so tetep berjuang bela bangsa n negara kita ya